Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By Agus Riwarman | Published | No Comments
Pesantren Qur’an Bait Al Hikmah terus memperkuat komitmennya dalam melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an 30 juz yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga indah dalam melantunkannya. Salah satu program unggulan yang menjadi ruang pengembangan bakat santri adalah kegiatan ekstrakurikuler Jam’iyyatul Qurra’ (JMQ). Melalui kegiatan ini, para santri dilatih membaca Al-Qur’an dengan tartil, merdu, dan penuh penghayatan menggunakan berbagai langgam qari dunia yang dikenal dalam seni tilawah.

Kegiatan ekskul JMQ ini didampingi oleh pembina dari eksternal, Ustadz Agus, yang secara rutin melatih para santri mengenal ragam maqamat tilawah seperti bayyati, hijaz, nahawand, dan lainnya. Latihan dilakukan secara intens agar para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan benar, tetapi juga mampu menghadirkan keindahan bacaan yang menyentuh hati. Suasana latihan yang penuh semangat membuat para santri semakin percaya diri mengekspresikan kecintaan mereka kepada Al-Qur’an.

Mudir Pesantren Qur’an Bait Al Hikmah, Ustadz Fitra Daulay, menyampaikan bahwa kegiatan Jam’iyyatul Qurra’ merupakan bagian penting dalam membangun peradaban Al-Qur’an di kalangan santri. “Kami ingin para santri tidak hanya menghafal Al-Qur’an 30 juz, tetapi juga mampu melantunkannya dengan indah sehingga ayat-ayat Allah dapat lebih menyentuh hati siapa pun yang mendengarnya. Inilah ikhtiar kami menghadirkan generasi Qur’ani yang mencintai Al-Qur’an dalam hafalan, bacaan, dan pengamalannya,” ujarnya. Program ini diharapkan menjadi wadah lahirnya para qari muda yang kelak mampu mengharumkan nama pesantren dan menyebarkan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.