Skip to content
Ilmu Itu lebih baik dari kekayaan, karena kekayaan itu harus dijaga, sedangkan ilmu itu menjaga kamu.

(Ali Bin Abi Thalib).

Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.

(Imam Syafi’i).

Suatu pengetahuan (ilmu) jika tidak manfaat untukmu, maka tidak akan membahayakanmu.

(Umar Bin Khathab).

“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.

(Abu Bakar As Shiddiq RA).

Sejarah Bait Al Hikmah

Pesantren Bait Al Hikmah lahir dari sebuah kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an. Sejak awal, pembina yayasan, H. Ali Dugu Daulay, menjadikan Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, melainkan sahabat hidup yang menuntun setiap langkah perjalanan hidupnya. Kecintaan itu tumbuh menjadi tekad besar: menghadirkan sebuah lembaga pendidikan yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat peradaban dan cahaya bagi generasi umat.

Dengan semangat tersebut, beliau mewakafkan tenaga, waktu, pikiran, bahkan kehidupannya untuk perjuangan Al-Qur’an. Dari kegelisahan melihat generasi yang semakin jauh dari kitab sucinya, lahirlah gagasan untuk membangun sebuah pesantren yang mampu menumbuhkan cinta kepada Al-Qur’an sejak usia dini, membiasakan anak-anak hidup bersama ayat-ayat Allah, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Pesantren Bait Al Hikmah kemudian didirikan dengan tujuan yang sangat jelas: melahirkan generasi Qur’ani. Generasi yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga memahami, mencintai, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan sejak awal, cita-cita besar yang diusung adalah menghadirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang mampu menyelesaikan hafalan 30 juz, sekaligus memiliki akhlak yang mulia dan ilmu yang luas.

Perjalanan membangun pesantren ini tentu tidak mudah. Ia lahir dari pengorbanan, kesungguhan, dan doa yang panjang. Namun dengan keyakinan bahwa Al-Qur’an akan selalu menjaga para penjaganya, langkah demi langkah Pesantren Bait Al Hikmah terus tumbuh menjadi tempat lahirnya generasi yang dekat dengan Al-Qur’an—generasi yang diharapkan kelak akan membawa cahaya Al-Qur’an ke tengah masyarakat, umat, dan peradaban.

Pesantren ini berdiri bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai ikhtiar menghadirkan cahaya Al-Qur’an di tengah kehidupan. Sebuah tempat di mana anak-anak belajar mencintai kitab sucinya, menghafalnya dengan penuh ketulusan, dan menjadikannya sebagai jalan hidup.


Almh. Bunda Alia Munabari
Founding Father Nur Hikmah