Barang siapa belum pernah merasakan pahitnya mencari ilmu walau sesaat.
Ia akan menelan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
(Imam Syafi’i).
“Tanpa pengetahuan, tindakan tidak berguna dan pengetahuan tanpa tindakan adalah sia – sia”.
(Abu Bakar As Shiddiq RA).
By LPI nurhikmah | Published | No Comments
Bekasi — Sabtu pagi, 26 Juli 2025 menjadi momentum awal yang bermakna bagi seluruh civitas Yayasan Wakaf Nur Hikmah Bekasi. Bertempat di Masjid Nur Hikmah, seluruh elemen pendidikan dari unit KBTK hingga SMAIT, guru, manajemen, hingga jajaran yayasan berkumpul dalam rangka pelaksanaan kajian perdana bulanan yang akan rutin diselenggarakan setiap pekan keempat. Kajian perdana ini diisi oleh Ustadz Muhajirin, Lc., dengan tema “Rasul Muhammad SAW Sang Guru” yang menyentuh relung hati seluruh peserta.

Dalam pembukaan acara, Ketua Yayasan Wakaf Nur Hikmah, Ustadz Mahmud Anis Baswedan memberikan sambutan penuh semangat. Beliau menyampaikan bahwa kajian ini bukan sekadar agenda rutin, namun merupakan bagian dari ikhtiar spiritual membangun karakter pendidik dan insan pendidikan yang menjadikan Rasulullah sebagai uswah dalam mendidik dan melayani. “Kalau kita serius ingin mencetak generasi robbani, maka kita para gurunya harus terlebih dulu menata ruhani. Rasulullah bukan hanya guru terbaik, beliau adalah pelita di kegelapan zaman. Mari kita hidupkan jejaknya dalam amal harian kita,” tegasnya.

Ustadz Muhajirin, Lc. dalam kajiannya membawakan narasi kehidupan Rasulullah SAW dengan gaya yang lembut, namun mendalam. Beliau menyoroti bagaimana Rasulullah mendidik dengan cinta, kesabaran, dan akhlak mulia. “Tidak akan berhasil pendidikan kita jika kehilangan rasa kasih seperti yang ditunjukkan Rasulullah kepada umatnya. Jangan jadikan rutinitas menutupi cahaya spiritual kita sebagai guru dan pendidik,” ungkapnya, seraya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan dakwah sebagai napas dalam mendidik.

Kajian ini menjadi sangat istimewa karena diikuti oleh seluruh keluarga besar Nur Hikmah dari berbagai unit. Salah satunya, Ustadz Muhammad Asrori, S.Pd.I., Manajer Diniyah Nur Hikmah, menyampaikan kesan dan harapannya. “Ini adalah titik awal yang sangat baik. Kajian ini akan menjadi penguat ruhul jihad kita di dunia pendidikan. Kami berharap ini terus berjalan dengan istiqamah dan memberi dampak nyata dalam perilaku dan orientasi spiritual kita sebagai pengasuh generasi,” ucap beliau penuh harap.

Rangkaian kajian ditutup dengan pembacaan doa bersama dan refleksi singkat dari peserta. Terlihat para guru dan staf membawa pulang semangat baru dan ketenangan hati setelah mendalami sosok Nabi Muhammad SAW. InsyaAllah, agenda kajian bulanan ini akan menjadi sumber kekuatan ruhiyah bagi seluruh tenaga pendidik Nur Hikmah, sebagai ikhtiar melahirkan generasi shaleh dan beradab.